Mereguk Semangat Menuntut Ilmu dari Pengajian Regional Bolzano-Trento

Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)
Kegiatan: Kajian Regional PPI Italia wilayah Bolzano dan Trento

20150124_120035

Pagi itu, dua belas muslim/muslimah di Bolzano dan Trento berkumpul untuk pertama kalinya dalam pengajian regional di wilayah kami. Memang format pengajian dengan menyatukan dua komunitas muslim di dua provinsi yang berbeda ini baru pertama kali diadakan. Materinya pun sangat menarik, selaras dengan pekerjaan kami saat ini yaitu menjadi seorang mahasiswa. “Mengulik Kisah Cendekiawan Muslim: Sebuah Pemacu dalam Menuntut Ilmu di Negeri Orang” adalah tema dalam pengajian kali ini yang dibawakan dengan sangat apiknya oleh Ust. Luthfi.

Periode dimana cendekiawan muslim berkembang pesat kita kenal dengan sebutan periode klasik. Di sini kita mengenal assabiqunal awwalun yang didominasi oleh kalangan muda yang kritis, dinamis, dan anti status quo. Komunitas yang dibangun adalah komunitas tauhid. Tidak asing bagi kita saat mendengar nama-nama cendekiawan seperti Ibnu Sina, Ibnu Rusyd, Al-Khawarizmi, yang hidup pada zaman ini.

Sayang, semenjak kehidupan dunia mulai dipertentangkan dengan akhirat, saat itulah mulai terlihat kemunduran Islam. Periode ini dikenal dengan nama periode pertengahan. Dalam periode ini terjadi banyak disintegrasi, agama dipisahkan dari politik, lalu muncullah tiga kerajaan besar: Usmani, Persia, dan Mughal.

Selebihnya, yang juga masih kita rasakan hingga saat ini, adalah periode modern. Sudah selayaknya para pemikir muslim melakukan rekonstruksi kembali dari ketertiduran umat pada periode ini. Kita harus mampu berkaca pada periode klasik untuk membangun kembali kejayaan ilmu pengetahuan Islam itu lagi.

Kita mungkin bisa meneladani sosok Ibnu Sina, yang senantiasa menjaga keseimbangan antara kecerdasan moral dan spiritualnya. Sebagai contoh, di saat dia bingung dan merasa semua jalan telah buntu, yang ia lakukan adalah mengambil air wudhu, lalu shalat, dan berdoa hingga kersulitan-kesulitan itu Allah angkat. Karena memang hanya Ialah yang berkehendak untuk menyingkap tabir yang selama ini menutupi cahaya intelektualitas kita.

Begitu pula dengan ilmuwan terkenal asal Indonesia yang baru-baru ini mendapat penghargaan dari Jerman. Siapa lagi kalau bukan Prof. Dr. Ing. BJ Habibie. Mungkin selama ini kita hanya mengenal kehidupan akademisnya saja, bagaimana ia berjuang, belajar di negeri orang, sampai membangun perusahaan pesawat terbang dengan keahlian ilmu yang ia kuasai. Ternyata, itu semua tak terlepas juga dari kekuatan spiritual yang dimilikinya. Di tengah kesibukan aktivitas akademik, beliau masih menjaga konsistensi untuk berpuasa sunnah Senin-Kamis. Masya Allah..

Kita, sebagai pelajar yang setiap hari disibukkan dengan aktivitas perkuliahan, penelitian, dsb, kadang merasa tidak mempunyai waktu untuk menambah aktivitas amal-amal ibadah kita. Ada saja pembelaan atas nama kuliah untuk mengurangi lembar Al-Qur’an yang kita baca setiap hari, atau alasan untuk menunda-nunda shalat.

Tahukah kawan? Bahwa sesungguhnya semakin kita merasa sibuk, di saat itulah Allah akan tambahkan lagi kesibukan kita, hingga seakan-akan kita tidak mampu mengenal siapa diri kita sesungguhnya. Mungkin justru disebabkan oleh kesibukan yang kita anggap berlebihan itulah yang membuat kita lupa, hingga kita akan terus-menerus merasa dalam kesibukan yang memenatkan. Padahal bisa jadi, dengan kita menunaikan hak batin, hak akal, dan hak raga secara seimbang, cahaya ilmu akan lebih mudah mengisi rongga-rongga dalam otak kita.

Setelah pengajian yang berdurasi kurang lebih 2 jam 20 menit ini, kami menyantap makan siang yang bertema lebaran yaitu opor ayam dan sambal goreng daging kentang :9 Ditambah pula dengan kriuknya kerupuk puli, segarnya es cincau, dan manisnya puding serta brownies. :9

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s