Pengajian Regional Bolzano-Trento Edisi Bulan Februari

Penulis : Alifah Syamsiyah (Sekretaris PPI Italia Pusat)
Kegiatan: Kajian Regional wilayah Bolzano dan Trento

Sabtu, 28 Februari 2015. Muslim Indonesia di Bolzano dan Trento kembali berkumpul dalam pengajian bulanan yang kali ini bertema “Pandangan Islam tentang Orang Tua: Antara Peran dan Akhlak”. Berbeda dari pengajian-pengajian sebelumnya, setelah pengajian ini kami juga mengadakan acara kekeluargaaan berupa penyambutan warga Indonesia yang baru datang ke Bolzano. Ada banyak makanan khas Indonesia yang dihidangkan dalam acara ini. Mulai dari berbagai jenis ayam: ayam kare, ayam bumbu saus lemon, ayam ala Pakistan; ikan panggang, pecel, dan teri Medan. Hmm yummy!

Dan, untuk yang penasaran bagaimana serunya Ust. Luthfi dalam membahas tema tentang orang tua, simak rangkumannya berikut ini.

Kita tentu pernah marah atau kesal atas perlakuan buruk teman kita terhadap kita. Dan karena sakit hati itu, kita ingin suatu kemalangan menimpanya. Namun bolehkah kita berdoa meminta keburukan terjadi pada orang lain? Tentu tidak boleh, kan.

Uniknya, sejarah mencatat bahwa doa seorang ibu yang tertuju untuk anaknya, akan selalu dikabulkan Allah, baik itu berupa kebaikan atapun tidak. Ini membuktikan bahwa memang benar ridho orang tua adalah ridhoNya, begitu juga dengan murka orang tua adalah murkaNya.

Namanya Juraij. Dia adalah ahli ibadah yang sangat mencintai sunnah-sunnah Rasulullah. Bahkan ia membangun sebuah ruangan khusus di rumahnya yang ia gunakan untuk bermunajat kepada Allah. Suatu hari saat ia hendak berdiri menunaikan shalat sunnah, ibunya memanggil. Tapi karena saking cintanya ia pada Rabbnya, ia segera memulai shalat sunnah, dan tidak menjawab panggilan sang bunda. Mendapati bahwa anaknya tidak menghiraukannya, setelah dipanggil beberapa kali, ibu Juraij ini kesal. Ia lalu mengangkat kedua tangannya seraya berdoa, “Ya Allah, jangan Engkau matikan dia sebelum fitnah terjadi pada dirinya.” Sebuah doa yang terlontar dari mulut seorang bunda, tak ada hijab setipis pun yang  dapat menghalanginya.

Dan sungguh benar janji Allah. Ada seorang wanita yang cantik rupanya dan begitu mengagumi Juraij. Ia adalah seorang pelacur. Meski berkali-kali ia menggoda Juraij, Juraij tak gentar dan tidak termakan oleh bujuk rayunya. Sayangnya wanita ini tidak kehabisan ide. Didasari oleh perasaan cintanya yang begitu besar kepada Juraij, ia rela melakukan segala hal. Ia kemudian berzina dengan seorang pemuda hingga hamil, lalu mengatakan kepada semua orang bahwa anak yang dikandungnya adalah anak Juraij! Sungguh fitnah besar yang menimpa seorang ahli ibadah. Fitnah yang terjadi karena Allah memperkenankan doa seorang bunda.

Dari Juraij kita belajar, bahwa doa ibu tidak pernah terhijab oleh apapun. Lisannya, lantunan permohonan yang ia panjatkan, akan selalu didengar oleh Allah. Inilah balasan atas perjuangannya dalam mengandung dan menyapih kita dalam keadaan payah yang bertambah-tambah. Wahnan ‘alaa wahnin. Ibarat kegelapan laut yang berlapis-lapis, semakin dalam semakin gelap, maka begitulah yang ibu rasakan  dalam mengandung seorang anak.

Bahkan perintah untuk berbuat baik kepada orang tua, birul walidain, Allah sandingkan dengan larangan untuk mempersekutukanNya (An-Nisa: 36). Begitu pentingnya perintah ini, sampai-sampai ia menempati peringkat kedua setelah perintahNya untuk menjauhi kemusyrikan.

Maka sudah seharusnya kita berakhlak kepada kedua orang tua dengan sebaik-baik akhlak. Berbakti dan meminta restunya atas segala hal yang kita lalui dalam perjalanan hidup kita. Karena doanya mustajab, karena pintanya tak terhalang, dan karena ridhonya adalah juga ridho Allah.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s