Memancing Beasiswa

Memancing Beasiswa
Mengantar Wahyudin Permana Syam, berangkat ke Nottingham, UK, untuk PostDoc.

Mendapatkan beasiswa terlebih beasiswa S3 di luar negeri bukan perkara yang mudah namun juga bukan perkara yang mustahil. Yang terpenting adalah semangat pantang menyerah dan tidak putus asa untuk terus mencari peluang. Banyak phd opening di website, namun yang sulit adalah mencocokkan antara spesifikasi kita sebagai pelamar dengan spec yang dibutuhkan. Beasiswa by project ini biasanya sangat ketat, hanya pelamar yang memiliki spec yang sesuai yang mempunyai peluang diterima.

Jika anda pelamar yang membawa beasiswa sendiri dari negaranya, relative lebih mudah mendapatkan posisi S3 di luar negeri, ibaratnya Universitas mana yang tidak mau mendapatkan tenaga gratis. Meskipun, biasanya Universitas yang bagus akan memberikan bantuan tambahan agar beasiswanya cukup untuk biaya hidup di kota tsb.

Salah satu metode di luar mainstream adalah memancing beasiswa. Kurang dari empat tahun yang lalu bertemu dengan sahabat satu almamater di UI yang datang ke Italia untuk meneruskan S3 setelah menyelesaikan pendidikan S2 di KSU, Arab Saudi. Yang mengagetkan adalah tidak ada tawaran beasiswa, hanya posisi S3 di Polimi. Bulan2 pertama harus rela mengeluarkan biaya sendiri (hingga 6 bulanan) dan menguras tabungan sisa beasiswa S2. Prinsip dia adalah “Saya tunjukkan kerja yang benar, insya Allah Professor akan kasih beasiswa.” Tidak mudah meyakinkan professor apalagi bukan berasal dari lulusan lokal. Singkat cerita Supervisor akhirnya memberikan beasiswa selama lebih dari 3 tahun, sampai lulus pendidikan S3.

Pada saat yang sama saya juga harus bekerja di bidang profesional (karena tidak mendapat beasiswa) sambil kuliah mengejar kredit dan publikasi S3 di tahun pertama, agar lolos evaluasi. Hingga akhirnya professor memanggil untuk full time di kampus dan melepas pekerjaan, dengan datangnya beasiswa tambahan dari pemerintah Italia (Kementrian Pendidikan, Universitas dan Riset). Beasiswa pemerintah ini berdasarkan statistik hanya membiayai kurang lebih 13% dari financial support PhD di Italia, selebihnya adalah kolaborasi industri dan project riset professor, yang bersumber dari Uni Eropa (FP7, Marie Curie, Project Horizon 2020) atau sumber funding lain.

System penerimaan S3 di Italia adalah public competition. Setelah modul dan document di submit, selanjutnya adalah ujian tulis dan wawancara. Hasilnya akan disusun berdasarkan rangking sesuai perolehan nilai. Jumlah mahasiswa yang diterima sudah ditetapkan berdasarkan tempat yang tersedia, dan beasiswa dimapping berdasarkan rangking terbaik. Biasanya jumlah beasiswa lebih sedikit dibandingkan dengan jumlah total mahasiswa yang diterima, sehingga ada beberapa mahasiswa yang diterima tanpa beasiswa. Public competition ini sudah menjadi birokrasi. Tidak mungkin beasiswa diberikan kepada mahasiswa yang tidak mengikuti public competition, atau yang posisinya di bawah kita.

Pertanyaannya, beranikah adik-adik mengikuti open competition untuk mendapatkan posisi S3 di Italia dan memancing beasiswa?

Jika iya, cek pendaftaran di link:
http://www.isssees2015.eu/italian-phd-scholarships-now-open-31st-cycle/

Ditulis oleh: Masruri (Ketua PPI Italia 2014/2015)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s