Mengenal Kopi Specialty Indonesia dan Prospeknya – Simposium Entrepreneurship Parma 21 September 2015.

Pada umumnya, setiap pagi masyarakat Italia mengkonsumsi secangkir Cappucino ditemani Brioche (Croissant) untuk Sarapan. Cappucino merupakan minuman asli Italia yang terdiri atas Kopi espresso dan susu (latte) yang dipanaskan dan dikocok sehingga berbusa. Italia memang terkenal dalam budaya penyajian kopi. Selain Cappucino, bisa kita jumpai variasi seperti Caffè Macchiato, Caffe Latte yang mengandung susu, dan Caffe Espresso, terdiri dari seratus persen kopi. Minuman kopi sendiri berasal dari Arab, asal kata qahwa (قهوة), yang turut disebarkan oleh Turki Usmani dan menjadi kahve, yang diserap dalam bahasa Italia menjadi caffè.

Apakah pembaca penikmat kopi mengetahui dari mana asal negara yang mendatangkan kopi? Ada berapa jenis kopi di pasaran? Tahukan pembaca kalau iklim dan geografis tempat tumbuhnya tanaman kopi mempengaruhi cita rasa dan aroma kopi yang diproduksi?

Ada dua jenis utama dari kopi yang menguasai pasar internasional yaitu kopi arabika dan kopi robusta. Kopi arabika menguasai hampir 70 persen sedangkan robusta 30 persen pasaran kopi dunia. Selain dua jenis utama tersebut, tentu ada jenis lain seperti kopi luwak (kopi arabika/robusta hasil proses enzim di dalam perut Luwak), kopi Ekselsa, Racemosa, dan Liberika yang berada di antara arabika dan robusta.

Kopi arabika hanya bisa tumbuh di pegunungan dengan ketinggian minimal 900 m di atas permukaan laut, pada daerah yang sejuk dan dingin. Sedangkan kopi robusta bisa tumbuh di daerah dengan ketinggian yang lebih rendah. Kondisi iklim, kondisi tanah, pemrosesan kopi dari pemetikan (tidak tercampur, kualitas biji baik, terbebas dari biji kopi busuk) sampai pengolahan (metode seperti Giling Basah) yang berbeda dari setiap negara atau wilayah akan menghasilkan rasa kopi yang berbeda antara satu dengan yang lain.

Indikasi geografis (IG) merupakan sebuah label/tanda dari suatu produk/komoditas yang memiliki kualitas dan kekhususan yang terkait dengan asal geografis atau reputasi terkait dengan daerah asalnya di mana komoditas tersebut dikembangkan. Komoditas karena asal geografis tersebut harus didaftarkan untuk mendapatkan hak patent dari otoritas negara yang bersangkutan untuk melindungi produsen/petani atas komoditas yang dihasilkan, di samping untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.

Jika dalam kopi yang dikonsumsi sehari2 seperti disebutkan di atas adalah kopi ekspresso yang merupakan hasil olahan roasting (torrefazione) dari biji kopi (green coffee) di mana komponen asalnya terdiri atas lebih dari satu kopi (miscela). Sedangkan jika bahannya hanya berasal dari satu kopi atau “single-origin” disebut sebagai kopi specialty. Namun tidak semua kopi dapat disebut sebagai kopi specialty. Hanya jenis kopi yang memenuhi standard kualitas. Kopi Specialty adalah kopi berkualitas tinggi di mana dalam bentuk green bean tidak mempunyai defect dalam rasa dan memiliki karakter spesial yang khas dengan skor melebihi 80 menurut standar kopi specialty Amerika (SCAA). Skor rasa yang diambil contohnya adalah Body, Acidity, Aroma and Flavor, dan Balance Taste.

Pasar dari Specialty coffee atau disebut juga differentiated coffee sudah mulai mengalami perkembangan pesat di Eropa.

Dalam Simposiun Entrepreneurship, Dr. Catur Sugiyanto akan menjelaskan 10 kopi specialty asli Indonesia yang sudah dipatenkan menurut Geographical Indication. Kopi specialty tersebut adalah:
-Flores Bajawa Arabica Coffee
-Kopi Arabika Gayo
-PMPIG Kopi Arabika Ijen-Raung
-Java Preanger Coffee (Arabica)
-Kopi Arabika Kalosi Enrekang Massenrempulu
-Kopi Arabika Kintamani Bali
-Lampung Robusta Coffee
-Kopi Arabika Sumatera Simalungun
-Kopi Arabika Java Sindoro Sumbing
-Kopi Arabika Toraja

Bagaimana prospek dan peluang bisnis perdagangan kopi specialty Indonesia tersebut akan dibahas dan simposium entrepreneurship yang diselenggarakan oleh PPI Italia bekerja sama dengan Yayasan La Tiara di Centro Congressi S.Elisabetta Parma Campus pada 21 September 2015.

Summary:
Dr. Catur Sugiyanto, Agriculture Attaché Embassy of the Republic of
Indonesia, Brussel, Belgium
Topic: “Indonesian Geographical Indication Specialty Coffee: Beyond
the Java Coffee, for European Coffee Culture, a Business Prospect”.
Info mengenai pembicara bisa dilihat di website http://www.attanibrussel.eu/.

Info mengenai simposium entrepreneurship bisa dilihat di website http://www.isssees2015.eu.

Dr_Catur_Specialty_Coffee

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

Buat situs web atau blog di WordPress.com

Atas ↑

%d blogger menyukai ini: