A Brief Summary on ISSSEES 2015

Ringraziamenti

Simposium Entrepreneurship tingkat Eropa (www.isssees2015.eu) memberikan wawasan kewirausahaan, potensi riil, serta motivasi mahasiswa lulusan luar negeri untuk terjun ke dunia usaha, menciptakan peluang kerja bagi orang lain, meningkatkan rasio entrepreneur Indonesia yang jauh tertinggal dengan negara tetangga (1,65% dibanding 5% Malaysia dan 7% Singapore). Topik dibidik dari berbagai sisi dari perdagangan sektor pertanian (Agriculture) Indonesia-Eropa, tecnopreneur, sampai Industri Kreatif, ditutup dengan memotivasi mahasiswa untuk menjadi entrepreneur tingkat global.

Tidak lupa diselingi pagelaran kebudayaan untuk memperkenalkan budaya bangsa di forum internasional.

Event yang diselenggarakan ditengah terjunnya nilai rupiah sehingga menyulitkan sponsorship dari pengusaha tidak menyurutkan terselenggaranya kegiatan ini. Diskusi yang hangat dan interaktif sepanjang acara menandakan betapa menariknya topik-topik yang disajikan.

Dibuka oleh Bapak Tazwin, Diplomat KBRi Roma, yang mewakili Bapak Duta Besar RI di Roma. Dilanjutkan dengan lecture strategi meningkatkan produksi pangan di abad 21 dengan memanfaatkan bioteknologi: genetics dan genomics. Keyword dari strategi ini adalah bagaimana meningkatkan produksi pangan tanpa harus meluaskan lahan pertanian apalagi dengan merusak lingkungan (environmentally friendly but productive). Diskusi dilanjutkan oleh Prof. Stefano Selleri yang mengangkat mengubah hasil riset menjadi produk komersial. Biosensor merupakan hasil riset multidisiplin (engineering, chemicals, biology, photonics, ..). Dengan kemajuan teknologi smart device (seperti smart mobile device) dan cloud computing, dapat diciptakan teknologi lab-on-chip yang memungkinkan diagnostic dan analisis penyakit atau sensor yang mudah, murah dan efisien. Aplikasi link-and-match dipaparkan dan dibuktikan dengan jelas dalam sesi ini dimana capital venture dari investor dapat disalurkan untuk membiayai ide-ide inovatif usaha yang berasal dari periset-periset muda Universitas yang memiliki jiwa entrepreneurship.

Kontribusi dari mahasiswa University of Bristol ditampilkan bagaimana mengurangi mal-praktek dalam operasi medis di rumah sakit dapat diantisipasi dengan memodelkan organ tubuh dengan memanfaatkan CT Scan, MRI dan kemajuan printing 3-D. Contoh ide technopreneur dari pengalaman studi di Universitas.

Dalam topik industri kreatif, ditampilkan bagaimana designer Indonesia yang mengangkat karakter heritage nusantara dari warna, bentuk, corak, desain kekayaan budaya bangsa yang eksotik dalam desain perhiasannya mampu menembus pasar di Eropa, Amerika, dan Kanada. Tradisi klasik nusantara dipadukan dengan desain modern, dengan memanfaatkan teknologi 3D, menghasilkan desain perhiasan yang mendunia. Amelia Rachim, alumni PPI Italia, lulusan Politeknik Torino, menjadi contoh lulusan luar negeri yang terjun langsung berwirausaha.

Dr. Catur Sugiyanto menyajikan statistik konsumsi kopi di Eropa dan potensi 10 specialty coffee Indonesia yang sudah mendapatkan paten berdasarkan indikasi geografis (IG) untuk masuk ke pasar Eropa. Diskusi dilanjutkan oleh Atase pertanian KBRI Roma, Bapak Yusral Tahir, dalam Peluang dan hambatan komoditas perdagangan pertanian di Italia, Cyprus dan Malta.

Simposium ditutup dengan motivasi dari Burmalis Ilyas, entrepreneur dan Alumni PPI Italia mengenai keuntungan menjadi seorang pengusaha. Besar kecil, tetap menjadi bos dan bisa bermanfaat bagi orang lain dengan menciptakan peluang kerja.

Dan tidak kalah penting adalah, pergantian tongkat kepemimpinan PPI Italia.

Saya mengucapkan terima kasih atas kolaborasi yang indah sehingga bisa terealisasi kegiatan ini. Dana tidak menjadi hambatan jika jaringan terbentuk dengan baik. Universitas Parma yang telah menyumbang Centro Congressi sekaligus pembicara. KBRI Roma dan KBRI Brussel (Atani Brussel) atas supportnya. Mbak Rizky Trisniawati (Pii Milano) atas support pembicara dan kehadiran utusannya. Ina Wahyuningsih (relahati parma) yang telah menyumbang tenaga, makanan, serta mobilnya, mbak shanti (fidenza) yang mengirimkan minuman untuk 100 orang, Alumni ppi italia (Yansen Darmaputra, Eka Talji) meskipun jauh telah menyumbang tenaga, waktu, dan dananya. Para pembicara dari Alumni Italia (Amelia Rachim, Burmalis Ilyas) yang jauh datang dari Indonesia, yang telah mengorbankan waktu, tenaga serta dananya.

Untuk Organizing Commitee (PPI Italia dan La Tiara – Septawiyana Pengue) atas kontribusi sehingga acara bisa terdeliver dengan baik. Termasuk penari (Lily Indayani, Sarita Prima Amanda) yang telah mempromosikan budaya nusantara. Tidak lupa mahasiswa baru yang turut membantu meskipun masih di Indonesia.

Semoga apa yang telah diberikan memberikan manfaat.

Masruri Masruri
Chairman
Ketua PPI Italia -> Pensiun

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s