Bersatu kita teguh. Bercerai kita runtuh.

Kala itu, di Singapura tahun 2008, saya pertama kalinya menginjakan kaki di ranah orang, mengadu nasib dan bekerja sebagai profesional muda. Jaringan sesama teman satu profesi cukup luas, saya yang lulusan dari universitas swasta dapat mudahnya berbaur dengan para lulusan universitas negeri se-Indonesia. Dari pertemanan merantau bersama sesama bangsa Indonesia, saya mendapatkan kesempatan untuk dapat membantu seorang Arsitek ternama Indonesia yang akan membuat pameran instalasi di acara seni tahunan di Singapura. Tentunya saya sangat tertarik dan belum pernah terjun ke lapangan untuk hal seni seperti ini. Sebenarnya tujuan yang lebih utama adalah membuat networking di masa depan. Di hari-hari pembuatan instalasi, kami mengalami kesulitan karena instalasi bambu yang dibuat setinggi 10 meter dan cukup besar, sedangkan total volunteer dari teman-teman arsitek Indonesia yang available hanya 15 orang. Kemudian saya berusaha kontak dengan teman Indonesia lainnya di luar profesi saya, dengan harapan mau membantu mengharumkan nama Indonesia.
Setelah seminggu bekerja bahu-membahu dengan total volunteer hampir 30 orang, seperti untaian bambu yang diikat kuat dan terjalin berulang-ulang, kami berhasil mewujudkan ide Arsitek tersebut tepat pada waktunya. Pesan moral yang saya dapatkan adalah karena kita sudah berniat untuk bersatu, keadaan serumit apapun menjadi terpecahkan solusinya dan terselesaikan dengan baik.

Semakin tahun, rasanya saya semakin diuji untuk dapat memegang teguh semboyan di atas. Menjadi bagian dari Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) yang berkuliah di luar negeri, 46 negara di dunia, menantang saya untuk menghormati perbedaan yang semakin varian terjadi. Perbedaan lokasi, perbedaan waktu, lintas profesi dan perbedaan jadwal masing-masing pelajar. Kemajuan teknologi memegang peranan penting dalam urusan berkoordinasi karena apa yang sebenarnya sangat jauh, menjadi terasa dekat. Disiplin untuk menjalankan apa yang sudah diamanahkan menjadikan arti semboyan di atas lebih dalam. Sadar dan sabar.
Tenggang rasa untuk bersama mewujudkan cita-cita membuat harum nama bangsa menjadi poin yang perlu terus dipahami bersama. Dari hal sederhana dan kecil akan memiliki nilai sejarah untuk kaderisasi lintas generasi.
Sampai hari ini saya bangga dengan kemajuan signifikan PPI setiap negara, terlebih untuk PPI Italia yang sampai saat ini sudah mulai berkontribusi menjadi penyedia informasi nomor satu untuk pelajar Indonesia ke Italia. Dilihat dari tingginya presentase pengunjung yang mengakses website dan sosial media yang tersedia. Lagi-lagi memang sederhana, hanya dengan bersatu, tidak bercerai dan working smart kita pasti bisa!

Selamat Hari Kebangkitan Nasional di 2016!
Buona Giornata!

Intan Irani
Ketua PPI Italia 2015-2016

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s