Kebersamaan Muslim dan Non- Muslim Indonesia di Italia

Milan adalah salah satu kota di Italia yang banyak dihuni oleh Warga Negara Indonesia (WNI) dengan latar belakang yang berbeda. Mungkin kita biasa mengenal Italia dengan club sepak bolanya, atau mungkin dengan exotisnya dunia mode. Namun beruntungnya glamour Italia tidak merubah ciri khas kebersamaan masyarakat Indonesia.

Agung Pramudya sebagai salah seorang WNI yang memimpin Indonesian Trade Promotion Center ITPC di Milan mengaku pernah menfasilitasi masyarakat Indonesia untuk berkumpul dalam moment tertentu seperti Lebaran dan Natal.

Menurutnya, moment khusus ini mendapat banyak respon dari berbagai komunitas Indonesia di Milan seperti , Persatuan Indonesia Italia PII Milan, Gereja Bethel Indonesia (GBI) Milano, Persatuan Mahasiswa Muslim Milao PM3, Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Italia.

“Ini belum semua komunitas saya sebutkan, pokoknya kalau ada event masyarakat Indonesia kompak sekali persaudaraannya. Kadang saat merayakan Idul Fitri WNI non muslim juga hadir merayakan, suasanya sangat harmoni dan ampuh mengobati kerinduan akan tanah air,” ungkap Agung lebih lanjut.

H.E. August Parengkuan sebagai Duta Besar Indonesia untuk Italia juga membenarkan eratnya persaudaraan WNI di Italia. Lebaran Idul Fitri 2016 lalu, komunitas nasrani juga ikut ambil bagian dalam kebersamaan masyarakat muslim yang berlebaran. Alunan lagu Indonesia raya ketika acara dibuka semakin melekatkan persaudaraan WNI di Milan.

“Kodratnya, kalau jauh kampung halaman itu memang selalu dirindukan, itulah nasib perantau,” ungkap Agie sebagai ketua PPI Italia yang selalu ambil bagian dalam setiap event yang melibatkan masyarakat Indonesia.

Menurutnya, kebersamaan sebagai WNI di Italia memang lebih terasa dibandingkan ketika berada di tanah air. Usaha untuk meningkatkan pengetahuan tentang kebudayaan Indonesia pun semakin diperkuat untuk menunjukkan kebanggan sebagai WNI.

“Kami sebagai pelajar yang ga pernah punya pengalaman menari bahkan mampu belajar dan mempersembahkan tarian saman asal Aceh kepada keluarga Indonesia yang berlebaran, ” kenang Agie lebih lanjut.

Teguh Imam Burhanudin student of Energy Engineering Polythecnic University of Milan mengaku bangga sebagai WNI di Milan, setiap saat Ia selalu berupaya menjadi duta untuk memperkenalkan kebudayaan Indonesia di Italia secara luas.

“Di sini juga berkembang komunitas tarian daerah yang di asuh oleh Sarita Prima and Friends.Dalam berbagai event selalunya diundang untuk menampilkan tarian khas Indonesia di Milan,” jelas Agung.

WNI di Italia selalu menunjukkan identitas bangsa Indonesia dengan perbuatan yang baik terhadap sesama masyarakat Indonesia maupun masyarakat dari negara lain, seperti yang pernah disampaikan Bung Hatta “Hanya ada satu negara yang pantas menjadi negaraku. Ia tumbuh dengan perbuatan dan perbuatan itu adalah perbuatanku.”

Oleh: Teguh Imam Burhanudin

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s